Wajib Nonton!

ADVERTISING

MAU JUTAAN PASANG MATA MELIHAT PRODUK ANDA? TERTARIK MEMASANG IKLAN DI WEBSITE KAMI? HUBUNGI TIM ADVERTISING KAMI DI 082112496861.

PAKET USB ISI DRAMA KOREA

Kamis, 13 April 2017

tvOne Wajah Baru : Pertahankan Pasar Penonton Upper Tanpa Berita!


KEPUTUSAN kontroversial untuk mengubah new branding tvOne dari televisi berita menjadi televisi hiburan tentu sudah dipikirkan matang. Keputusan ini terbilang cukup berani mengingat tvOne merupakan televisi berita yang paling banyak ditonton diantara televisi lain yang menyasar pangsa pasar yang sama seperti Metro TV, Kompas TV, hingga iNews. 


Perubahan ini terjadi tak lepas atas peranan Otis Hahijary yang saat ini menjabat sebagai Vice Precident di tvOne. Sebelumnya, Otis merupakan Managing Director yang berperan besar dalam mengangkat peforma ANTV selama beberapa tahun belakangan ini hingga stabil dalam jajaran tiga televisi dengan peforma terbaik saat ini, setidaknya berdasarkan data kepermirsaan Nielsen.



Dalam kubu tvOne sendiri, keputusan ini tentu tak sepenuhnya mendapat dukungan. Para anchor news tentu merasa terancam dengan perubahan besar-besaran ini. Sejumlah slot program berita tentu hilang seiring dengan ditayangkannya 5 judul serial Turki yang mengisi slot pagi hingga malam hari, belum lagi ditambah dengan Liga 1 Indonesia yang disiarkan pada slot sore hingga primetime. Mau tak mau, tak semua news anchor akan mengiringi tvOne yang baru.



Pun demikian dengan masyarakat yang sudah kadung mengengal branding tvOne sebagai televisi berita. Dibandingkan dengan jumlah suara yang mendukung, jumlah yang menentang lebih dominan. Hal ini yang kami amati saat kami memberitakan sejumlah perubahan dalam tubuh tvOne. Jika pada akhirnya tvOne berubah branding menjadi televisi hiburan, hal ini tentu diharapkan bisa berkembang seperti ANTV yang menjadi kuda hitam dalam pertelevisian Indonesia.



Masalahnya, saat ini ANTV juga tengah mengalami gejolak. Sejumlah serial India terlihat mulai merosot walau masih banyak juga ditonton. Indikasinya jelas dengan melihat peforma daily sejumlah serial India di ANTV. Untuk mendapatkan share di atas 20 persen saja, hanya satu atau dua judul saja yang sanggup. Saat ini, ANTV masih mengandalkan Anandhi sebagai penyumbang terbesar share.



Beberapa judul lain seperti Gopi, Geet hingga Paakhi terbilang tak stabil, akan naik jika konfliknya sedang menarik. Beberapa judul di primetime seperti Lonceng Cinta hingga Mohabbatein mulai kesusahan hanya untuk meraih share di atas 10 persen.

Jika pada awalnya tvOne direncanakan akan mengikuti jejak ANTV menayangkan serial India, strategi ini kemudian diubah. Otis seolah menargetkan untuk tidak mengganggu pasar yang sudah dibangun oleh ANTV sebagai pelopor serial India. Haluan berubah dengan keputusan tvOne akan berfokus pada serial Turki.



Keputusan ini terbilang nekad, mengingat pesona serial Turki di ANTV saja sering kesulitan diterima penonton Indonesia. Namun demikian, jelas terlihat jika tvOne menargetkan pasar penonton menengah ke atas. Hal ini terlihat dari pemilihan judul serial Turki yang tidak di Indonesiakan, melainkan memakai judul berbahasa Inggris. tvOne mungkin tak ingin kehilangan penonton upper nya dengan tetap membuat sejumlah series tayang dengan judul yang lebih elegan.

Serial India Archana Mencari Cinta dan Lonceng Cinta yang semula dijadwalkan tayang di tvOne lenyap. Lonceng Cinta kini hadir kembali di ANTV di jam primetime. Sementara Archana, belum pasti akan tayang di tvOne.

Sesuatu yang besar tentu akan mengundang sebuah kontroversial. Namun terlepas dari itu semua, keinginan untuk maju patut diapresiasi. Sekarang tinggal dikembalikan ke penonton, apakah mereka yang sudah setia dengan tvOne akan tetap menonton atau malah pindah ke televisi pesaing yang menyajikan genre yang sama. Juga, akankah penonton baru akan datang berbondong-bondong ke tvOne atau tidak.


Copyright © Dunia TV | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top