Wajib Nonton!

ADVERTISING

MAU JUTAAN PASANG MATA MELIHAT PRODUK ANDA? TERTARIK MEMASANG IKLAN DI WEBSITE KAMI? HUBUNGI TIM ADVERTISING KAMI DI 082112496861.

PAKET USB ISI DRAMA KOREA

Minggu, 01 Januari 2017

SinemArt Pindah ke SCTV? (Bagian 1)


TAHUN 2017 menjadi babak baru peta persaingan TV di Indonesia. RCTI yang kokoh di posisi puncak memang beberapa kali disusul ANTV, namun stasiun dibawah naungan MNC Grup ini masih dominan di posisi 1. Salah satu kekuatan andalan RCTI adalah program primetimenya yang masih menguasai 3 besar rating daily.


Slot primetime dimulai pukul 18.00 - 22.00 WIB. Di slot ini, RCTI mengisinya dengan Anak Jalanan, Tukang Bubur Naik Haji The Series hingga Anugerah Cinta. Ketiga sinetron ini merupakan produksi dari Production House (PH) SinemArt.  Namun belakangan muncul kabar yang menyebutkan jika SinemArt akan hijrah ke rumah baru, SCTV. Benarkah?

SinemArt merupakan salah satu PH sinetron terbesar di Indonesia dan sudah bekerja sama dengan RCTI sejak tahun 2003. Proyek pertama SinemArt di RCTI adalah Ada Apa dengan Cinta The Series. Di saat ini, SinemArt masih menjalin kerjasama dengan berbagai stasiun TV seperti SCTV. Di masa keemasan sinetron weekly, SinemArt punya sinetron sukses di RCTI maupun SCTV.


Sinetron Liontin menjadi proyek stripping pertama di RCTI. Suksesnya sinetron yang dibintangi Naysilla Mirdad dan Nana Mirdad tersebut menimbulkan latah di dunia pertelevisian Indonesia dengan makin menjamurnya sinetron stripping. MD Entertaiment menjadi PH lain yang merupakan rival utama SinemArt.

Masa peralihan sinetron weekly ke sinetron stripping terjadi di tahun 2007 menuju 2008. Di tahun 2008, baik RCTI maupun SCTV memfokuskan diri pada rivalitas sinetron stripping. SinemArt eksklusif di RCTI sedangkan MD Entertaiment di SCTV.

Berfokus pada kerjasama RCTI dan SinemArt, bukannya kerja sama ini selalu menghasilkan produk sukses. Di tahun 2008 terbilang bukan tahun yang bagus untuk RCTI. Berturut-turut sinetron RCTI seperti Diva, Jelita, Hingga Akhir Waktu, Rahasia Hati Lelaki, Gara-Gara Cinta, Hamba-Hamba Allah, Upik Abu & Laura, Khanza, Sekar, Kawin Masal, hingga Lia direspon dingin. Berbanding terbalik dengan SCTV yang saat itu jaya dengan sinetron Cinta Fitri 2, Melati Untuk Marvel, dan Cucu Menantu.

Tahun 2009 terbilang tahun yang adem untuk RCTI dan SCTV. Kedua TV ini punya program unggulan masing-masing, dan tak semuanya juga sukses. RCTI punya Nikita, Cinta & Anugerah hingga Safa & Marwah, sedangkan SCTV masih punya senjata Cinta Fitri Season Ramadhan, Bayu Cinta Luna, dan Kesetiaan Cinta.

Tahun 2010 menjadi masa emas RCTI dimana sinetron Putri Yang Ditukar dan Kemilau Cinta Kamila meraih sukses besar dengan mendominasi rating. Sementara SCTV hanya bertahan dengan satu sinetron saja, Cinta Fitri Season 6 yang menjadi season final penayangannya di SCTV sebelum pindah ke Indosiar.
Selanjutnya, di tahun 2012 RCTI kembali sempat terpuruk bersama SinemArt. Hanya Tukang Bubur Naik Haji The Series yang mampu membangkitkan peforma RCTI kembali. Itupun sudah di penghujung tahun 2012. 

Masa keemasan RCTI berada di puncak pada 2 tahun belakangan ini. Di tahun 2015, Anak Jalanan berhasil membungkam produk Amanah Surga Production (ASP) di SCTV. Setelah itu, RCTI punya susunan program primetime tak tergoyahkan dengan formasi Anak Jalanan - Tukang Bubur Naik Haji The Series - Anugerah Cinta.

***

Pertanyaan yang selanjutnya terlintas di benak kami adalah mengapa RCTI bisa melepas kontrak kerjasama dengan SinemArt di saat PH tersebut masih menjadi kekuatan utama RCTI. Susunan program pagi hingga sore RCTi tak sekuat ANTV yang sekarang menjadi lawan berat RCTI. Jika tak ada program primetimenya, mungkin RCTI bisa terlempar dari 3 besar TV Nasional.
BERSAMBUNG KE BAGIAN 2

BACA BAGIAN 2 DISINI

Copyright © Dunia TV | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top