Wajib Nonton!

ADVERTISING

MAU JUTAAN PASANG MATA MELIHAT PRODUK ANDA? TERTARIK MEMASANG IKLAN DI WEBSITE KAMI? HUBUNGI TIM ADVERTISING KAMI DI 082112496861.

PAKET USB ISI DRAMA KOREA

Kamis, 08 September 2016

[Review Film] "Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 1", Behind The Scenenya Lebih Lucu Ketimbang Isi Filmnya!


BUKAN perkara mudah untuk memproduksi ulang sebuah film yang sudah punya penggemar sendiri. Namun langkah yang satu ini dilakukan oleh Falcon Pictures yang tahun ini sukses dengan film My Stupid Boss yang menembus angka 3 juta penonton. Di pekan kedua September 2016, Falcon menelurkan film bertajuk Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 1.

Sesuai dengan judulnya, Falcon mencoba membawa brand Warkop DKI kembali ke layar lebar. Dalam versi paling barunya ini, pemeran Dono, Kasino dan Indro digantikan para aktor berbakat. Abimana Aryasatya mengemban peran Dono, Vino G Bastian sebagai kasino, dan Tora Sudiro sebagai Indro. Sedangkan pemeran asli Indro hadir sebagai cameo di film ini sebagai masa depannya Tora Sudiro.

Kisah film ini mengangkat tentang petugas CHIPS (Cara Hebat Ikut-ikutan Penanggulangan Sosial) dalam membantu masyarakat di jalan raya. Dapat ditebak jika selanjutnya kisah berfokus pada Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) yang berusaha menjalankan tugasnya namun selalu mengalami kesialan.

Berbagai kejadian slapstick terasa kental dalam film ini. Banyak bagian yang bisa ditebak dari keseluruhan slapstick film, namun masih dapat memancing tawa karena akting pemainnya yang cukup 'hidup' memerankan karakter masing-masing. 

Abimana berhasil keluar dari imej pria ganteng penuh kharisma seperti di film Sabtu Bersama Bapak. Belum lagi, Abimana harus memakai gigi palsu yang maju ke depan hingga buntalan perut untuk membuat perutnya terlihat buncit. Semua ini dilakukannya untuk membuat penampilannya benar-benar mirip dengan Dono. Pengorbanannya tak sia-sia karena banyak yang menganggap jika aktor berusia 33 tahun ini berhasil memerankan karakter Dono dengan cukup baik.


Vino G Bastian juga terlihat berusaha sekali masuk ke dalam karakter Kasino yang cara bicaranya ngapak dan ceplas-ceplos. Usahanya patut diapresiasi mengingat Vino biasanya memerankan karakter pria maskulin atau pria romantis.Sednagkan Tora Sudiro tak terlihat menonjol karena sudah sering mendapatkan karakter Indro yang gaya bahasanya Batak banget.


Untuk alur ceritanya sendiri terlihat lebih runut dengan konflik yang sebenarnya tertebak. Setelah jadi petugas CHIPS, Dono, Kasino dan Indro yang melakukan kelalaian saat menangkap Begal dan berakhir merusak sebuah pameran lukisan dituntut pengadilan untuk membayar ganti rugi senilai Rp 8 Miliar. Dimulailah petualangan mereka dalam mencari uang ganti rugi tersebut agar tak bisa dimasukkan ke dalam penjara.


Sementara untuk soundtracknya terbilang 'maksa'. Suara Abimana, Vino hingga Tora sama sekali tak terdengar enak di telinga. Hanya instrument nya yang terbilang 'menyelamatkan'. 

Secara keseluruhan film ini cukup layak ditonton sebagai hiburan. Kami yang berangkat ke bioskop tanpa ekspetasi lumayan bisa tertawa lepas di beberapa bagian.

SCENE FAVORIT : BEHIND THE SCENE DI ENDING FILM YANG BAHKAN LEBIH LUCU KETIMBANG ISI FILMNYA :D
Copyright © Dunia TV | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top