Wajib Nonton!

ADVERTISING

MAU JUTAAN PASANG MATA MELIHAT PRODUK ANDA? TERTARIK MEMASANG IKLAN DI WEBSITE KAMI? HUBUNGI TIM ADVERTISING KAMI DI 082112496861.

PAKET USB ISI DRAMA KOREA

Jumat, 22 Juli 2016

Begini Frustasinya Programming TV B yang Kalah Saing dengan TV A!


APA yang terjadi pada TV B ketika TV A ternyata punya 'senjata' mumpuni yang mampu menempatkan programnya ke puncak rating? Ketar-ketir!


Pada dasarnya, programming sebuah stasiun TV akan saling menganalisis kekuatan dan kelemahan TV rivalnya. Programming sendiri terbagi menjadi beberapa bagian sentral seperti bagian aquisition, scheduling, RnD, hingga Strategic and Planning. Masing-masing bagian punya peran vital dalam urusan program-program yang akan tayang di TV tersebut.

Analisis program meliputi data rating harian yang biasa mereka tarik dari Nielsen Indonesia. Data mentah dari Nielsen kemudian diolah melalui softaware Ariana Nielsen. Disinilah pemeringkatan program di TV dilakukan. Data ini berupa data By Minutes hingga data average sebuah program. Melalui data By Minutes ini, programming menjadi tahu, mana bagian dari program yang disukai, serta mana yang kurang bagus dan perlu diganti. Jika keseluruhan program tak bisa diperbaiki, pilihan terbaik adalah melakukan dropping (menghentikan penayangan program bersangkutan).

Jadi tak mengherankan bukan jika sebuah program baru tayang dan langsung 'bungkus'? Ya, itu semua karena program tersebut tak dapat memenuhi ekspetasi pemangku TV. Hal ini bisa dilihat dari data By Minutes yang flat atau tak punya harapan akan berkembang di kemudian hari.

Salah satu kisah ini mungkin terbilang menarik. TV A berhasil menempatkan sebuah programnya menjadi nomor satu selama berbulan-bulan di jam primetime. Alhasil, TV B yang merupakan saingan ketatnya benar-benar harus putar otak untuk mengembalikan kejayaannya. Bahkan sempat muncul 'rumor' di kalangan TV B jika grup TV A menyogok Nielsen.

Akhirnya TV B menjadi lebih 'open' dengan sejumlah PH untuk menyetor programnya pada mereka sampai menemukan rekan yang paling 'klop' untuk kembali mengangkat kejayaan mereka. Fokusnya pada program lokal yang pernah jadi kekuatannya.

Ketika diulik lebih dalam, TV B juga bermain dalam urusan serial impor. Fokusnya pun pada satu hingga dua serial saja, Tak seperti TV C yang menjadikan serial impor sebagai andalannya hingga menjadi TV nomor satu selama beberapa hari belakangan ini. TV B juga tak begitu getol mencari pengganti serial yang ada karena akan menayangkan sebuah serial impor yang memasuki season keempat (versi si TV sendiri).

 Anyway, TV B sekarang mulai berhasil 'bangkit' dari keterpurukan yang selama beberapa bulan belakangan 'mendepaknya' dari jajaran 3 TV besar yang paling banyak ditonton. Namun mereka masih punya PR besar di slot primetime, karena program andalan TV A masih berjaya. Bisa menebak bukan TV apa saja yang penulis maksud di atas?


Copyright © Dunia TV | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top