Wajib Nonton!

ADVERTISING

MAU JUTAAN PASANG MATA MELIHAT PRODUK ANDA? TERTARIK MEMASANG IKLAN DI WEBSITE KAMI? HUBUNGI TIM ADVERTISING KAMI DI 082112496861.

PAKET USB ISI DRAMA KOREA

Sabtu, 02 Januari 2016

KALEIDOSKOP : 10 Program Televisi Paling Berkilau 2015



TAK terasa, kita sudah berada di penghujung tahun 2015 saat ini. Seperti tradisi kami dari tahun ke tahun, kami memilihkan sebanyak 10 program televisi paling berkilau sepanjang tahun ini. Pemilihan ini tidak hanya didasarkan pada tingginya rating yang diraih, namun juga bagaimana bintang-bintangnya dikenal karena program TV tersebut. Apa saja program yang masuk dalam daftar kami? Berikut ini adalah ulasan selengkapnya.

10. KATAKAN PUTUS (TRANS TV)


Nyaris tidak ada program Trans TV yang bergaung sepanjang tahun 2015 ini. Program primetimenya seperti Everybody Superstar, Karaoke Star hingga Happy Show tak berdaya melawan dominasi sinetron di jam primetime.
Sempat tayang di slot jam 6 sore setiap hari Senin, Katakan Putus tidak langsung mencuat begitu saja. Di jam nya, bahkan program ini mungkin nyaris ‘dibungkus’ tak berbekas. Namun pemindahan jam tayangnya ke slot 3 sore terbukti tepat dan perlahan mengangkat share Trans TV di slot sore.
Program ini menjadi salah satu dengan rating tertinggi di jam tayangnya. Sharenya selalu stabil di atas 15 persen, bahkan sering melampaui 20 persen. Sebuah prestasi besar, jika dibandingkan dengan program-program inhouse yang bernaung dibawah CT Corp tersebut. 
Konsepnya terbilang mencontek Termehek-Mehek yang juga pernah booming di Trans TV. Bedanya, kasus di reality drama ini menyorot kliennya yang ingin memutuskan sang kekasih dengan berbagai alasan. Hingga saat ini, Katakan Putus masih eksis dan menjadi program nomor 1 di Trans TV.


9. ROAMING (Trans 7)
 
 


Ratingnya memang tak segemilang sinetron di jam primetime, namun beberapa kali sharenya masih menembus angka 10 persen. Bahkan di salah satu episode menembus 14 persen. Yang kami soroti dari program ini adalah ide kreatifnya yang membahas budaya dunia dengan cara yang ringan dan menyenangkan.
Tak hanya itu, program ini sukses menelurkan artis-artis baru yang kini populer di Indonesia. Sebut saja Lee Jeong Hoon, yang kini sudah wara-wiri di berbagai program lain seperti Kelas Internasional dan The New Eat Bulaga Indonesia.
Selain Lee Jeong Hoon, Senk Lotta juga menjadi pengisi tetap program Happy Show yang tayang di Trans TV. Sahil Shah asal India yang sebelumnya hanya berprofesi sebagai model, kini juga dipercaya membawakan acara Wisata Malam bersama dengan 3 host lainnya. 
Jennifer Lepas juga mendapatkan acara sendiri di salah satu TV kabel Indonesia dengan membawakan acara The Beauty of Martial Art. Jadi tak salah jika program ini masuk dalam daftar kami di tahun 2015 ini kan?

8. TUKANG OJEK PENGKOLAN (RCTI)



Setelah sukses dengan Preman Pensiun, MNC Pictures kembali menghasilkan sebuah sitcom berjudul Tukang Ojek Pengkolan (TOP).  Sitkom yang tayang di RCTI ini menyorot kehidupan tukang ojek pengkolan dengan berbagai aktivitas sehari-harinya, mulai dari kehidupan percintaan hingga rebutan penumpang.
Tak seperti Preman Pensiun yang memberlakukan sistem break season, sitcom ini tetap tayang seperti sinetron stripping sampai artikel ini terbit. 
Secara perolehan rating, TOP juga stabil di jajaran top 10 program televisi harian. Tak heran jika sinetron komedi ini masih berjalan hingga sampai saat ini. Apakah Anda penonton setia TOP?

7. SHEHRAZAT 1001 MALAM (ANTV)



Demam serial Turki di Indonesia dimanfaatkan dengan baik oleh ANTV. Melalui serial Abad Kejayaan, ANTV sukses menjadi pelopor boomingnya serial Turki di Indonesia. Banyak stasiun TV lain berlomba-lomba menayangkan serial asal Turki. 
Setelah Abad Kejayaan berakhir penayangannya, ANTV memilih sebuah serial modern yang terhitung cukup lawas. Shehrazat 1001 Malam tayang di negara asalnya dari tahun 2007 silam dan bertahan hingga beberapa tahun penayangan.
Penayangannya di Indonesia pun terbilang sukses. Di slot jam 10 malam, kisah cinta satu malam yang berakhir dengan pernikahan ini cukup mendominasi. Bahkan kala masih ditayangkan dengan durasi dua jam, serial ini sering menembus share di atas 20 persen.
Saat ini, Shehrazat sudah memasuki episode-episode terakhirnya di ANTV. 


6. D’ACADEMY SEASON 2 (INDOSIAR)



Sukses D’Academy musim pertama membuat Indosiar bergegas meneruskannya ke musim keduanya. Selisih masa penayangan dengan musim pertama terbilang sangat pendek, hanya dua bulan saja. 
Euforia penonton ternyata tak padam walau selisih yang begitu singkat. Evi Masamba dan kawan-kawan kembali mengulang kesuksesan yang dicapai oleh Lesti dan Aty Kodong.
Selama masa penayangan, D’Academy Season 2 menggilas berbagai program yang tayang di TV lain. Dominasi sinetron pun berhasil disingkirkan, sehingga D’Academy Season 2 seringkali memuncaki perolehan rating harian bahkan mingguan.
Saat ini, Indosiar sedang menayangkan D’Academy Asia yang menjangkau beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darrusalam hingga Indonesia sendiri tentunya.

5. STAND UP COMEDY ACADEMY (INDOSIAR)



Pasca D’Academy Season 2 berakhir, Indosiar langsung menyambungnya dengan ajang pencarian bakat di bidang komedi. Stand Up Comedy Academy (SUCA) memperoleh respon yang bagus sejak pertama kali tayang.
Sharenya terbilang stabil di atas 15 persen dan selalu menembus 10 besar rating harian. Menjelang babak 15 besar, SUCA melejit masuk ke jajaran 3 besar perolehan rating. Bahkan SUCA sering menjadi pemuncak rating harian, walaupun harus bergantian dengan sinetron.
SUCA musim pertama terkesan buru-buru diselesaikan, bahkan beberapa kali peserta yang dipulangkan langsung dua sekaligus. Hal ini tentu saja untuk mengejar tenggat waktu penayangan D’Academy Asia yang sudah menanti.

4. PANGERAN (SCTV)



Hengkang dari sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (GGS), Ricky Harun rupanya terlibat dalam sebuah sinetron baru bertajuk Pangeran. Pilihan ini tak salah, karena sinetron yang menggabungkan setting waktu masa kini dan masa lampau ini langsung mencuat menjadi jawaranya rating.
Stabil di posisi pertama selama dua bulan penayangan membuat Pangeran menjadi salah satu ancaman serius bagi TV lain di jam primetime. Sayangnya, dominasi Pangeran mulai terasa melemah kala RCTI menayangkan sinetron Anak Jalanan. 
Pangeran yang ratingnya mulai menurun pun pindah jam tayang ke slot 19.30 malam. Namun mulai 7 Desember 2015 mendatang, Pangeran malah tayang lebih larut di slot 21.00 WIB.
Cerita Pangeran terasa mirip dengan sinetron Raden Kian Santang yang pernah tayang di MNCTV. Mulai dari kostum hingga beberapa karakternya tak berbeda jauh. Bedanya, Pangeran menceritakan kisah lintas waktu antar para karakternya.

3. ELIF (SCTV)



Tayang perdana di SCTV, Elif harus berhadapan dengan telenovela RCTI berjudul Reina de Corazones. Elif terbilang lebih unggul pada pekan pertama penayangannya walau sharenya hanya berkisar antara 10 – 12 persen saja.
SCTV masih mau bersabar memberikan kesempatan dengan perolehan share yang terbilang lebih kecil dibandingkan saat SCTV menayangkan FTV siang di slot tersebut. Hasilnya tak sia-sia, Elif menjadi kuda hitam di slot jam tayangnya dan sering masuk 10 besar perolehan rating harian. Bahkan episode terakhirnya berhasil menjadi jawara rating hari itu, padahal tayang bukan di jam primetime.
Ending season perdananya yang menggantung membuat penonton di Indonesia menantikan penayangan season keduanya. Benar saja, setelah ditayangkan perdana di SCTV ratingnya langsung mencuat ke peringkat 2 dengan share di atas 25 persen – hanya kalah dari Anak Jalanan.
Sayangnya keberhasilan ini tak bertahan lama. Strategi SCTV melemahkan dominasi Anak Jalanan tak berlangsung mulus. Anak Jalanan semakin perkasa, sedangkan Elif Season 2 makin melemah.
Mulai 7 Desember mendatang, Elif Season 2 rencananya akan kembali tayang di slot siang seperti semula. Nah apakah akan kembali mencuri perhatian?


2. ANAK JALANAN (RCTI)



Sinetron ini memang sedang menjadi buah bibir penonton. Bagaimana tidak? Selama satu bulan ini sharenya menggila dengan total keseluruhan di atas 30 persen. Bahkan TVR nya menyentuh angka 9. Sebuah hal yang sangat jarang terjadi saat ini mengingat banyaknya kompetitor dan jumlah stasiun TV saat ini. Perolehan seperti ini biasanya hanya terjadi pada event special seperti pertandingan bola atau siaran langsung pernikahan selebritis.
Stefan William yang pertama kali melejit di sinetron Arti Sahabat bersama Yuki Kato akhirnya kembali mencuat di tahun ini. Padahal sebelumnya, Stefan terbilang sering membintangi sinetron produksi SinemArt seperti Yang Muda Yang Bercinta, Akibat Pernikahan Dini, Fortune Cookis hingga Siti Bling-Bling.
Sinetron ini juga berhasil melahirkan idola baru seperti Natasha Wilona. Sebelum Anak Jalanan, Natasha hanya mendapatkan tokoh karakter pendamping. Sinetron terakhirnya sebelum membintangi Anak Jalanan adalah Sakinah Bersamamu, dimana ia berperan sebagai Selia. Kini, Natasha patut berbangga karena sering disebut menjadi penerus generasi Shireen Sungkar dan Nikita Willy.


1.Preman Pensiun Season 2 (RCTI)


Tak  ada yang mungkin akan menyangkal keperkasaan sinetron komedi ini di tahun 2015 ini. Tayang di slot jam 5 sore, membuat Preman Pensiun (PP) mematahkan ‘kutukan’ di slot ini. Sebelumnya berbagai sinetron remaja yang ditayangkan RCTI kalah saing dengan sinetron milik SCTV di slot jam 5 sore.
Namun sejak PP diluncurkan keadaan ini berbalik dan malah membuat programming SCTV ketar-ketir untuk bersaing di slot ini. PP2 semakin melejit kala bintang utamanya, Alm Didi Petet, meninggal dunia saat sinetron ini masih diproduksi.
Menyorot kehidupan preman di daerah Bandung, sinetron ini kental dengan nuansa yang sangat Indonesia. Mulai dari logat Sunda yang dilafalkan oleh para pemainnya hingga alunan musik pengiring di setiap adegannya.
Saat ini, RCTI sedang bersiap meneruskan kesuksesan PP2 dengan menayangkan season ketiganya mulai 15 Desember 2015 mendatang.

Copyright © Dunia TV | Designed With By Blogger Templates
Scroll To Top